Sumatera Utara merupakan provinsi multietnis dengan Batak,
Nias,
dan Melayu
sebagai penduduk asli wilayah ini. Daerah pesisir timur Sumatera Utara, pada
umumnya dihuni oleh orang-orang Melayu. Pantai barat dari Barus hingga Natal,
banyak bermukim orang Minangkabau. Wilayah tengah sekitar Danau Toba,
banyak dihuni oleh Suku Batak yang sebagian besarnya beragama Kristen.
Suku Nias
berada di kepulauan sebelah barat. Sejak dibukanya perkebunan tembakau
di Sumatera Timur, pemerintah kolonial Hindia
Belanda banyak mendatangkan kuli kontrak yang dipekerjakan di
perkebunan. Pendatang tersebut kebanyakan berasal dari etnis Jawa
dan Tionghoa.
Pusat penyebaran suku-suku di Sumatra Utara, sebagai berikut :
3.
Suku Batak Toba : Kabupaten Tapanuli Utara,
Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir
Seni Dan Budaya
Musik
Musik
yang biasa dimainkan,cenderung tergantung dengan upacara-upacara adat yang
diadakan, tetapi lebih dominan dengan genderangnya. Seperti pada Etnis Pesisir
terdapat serangkaian alat musik yang dinamakan Sikambang.
Tarian
Perbendaharaan
seni tari tradisional meliputi berbagai jenis. Ada yang bersifat magis, berupa
tarian sakral, dan ada yang bersifat hiburan saja yang berupa tari profan. Di
samping tari adat yang merupakan bagian dari upacara adat, tari sakral biasanya
ditarikan oleh dayu-datu. Termasuk jenis tari ini adalah tari guru dan tari
tungkat. Datu menarikannya sambil mengayunkan tongkat sakti yang disebut Tunggal
Panaluan.Tari profan biasanya ialah tari pergaulan muda-mudi yang ditarikan pada pesta gembira. Tortor ada yang ditarikan saat acara perkawinan. Biasanya ditarikan oleh para hadirin termasuk pengantin dan juga para muda-mudi. Tari muda-mudi ini, misalnya morah-morah, parakut, sipajok, patam-patam sering dan kebangkiung. Tari magis misalnya tari tortor nasiaran, tortor tunggal panaluan. Tarian magis ini biasanya dilakukan dengan penuh kekhusukan.
Selain tarian Batak terdapat pula tarian melayu seperti Serampang XII.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar